Hingga Juni 2022 Terdapat 162.631 Datar Pemilih Berkelanjutan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB–
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Budi Haryanto yang dikonfirmasi pada Rabu
(29/6) mengungkapkan hingga Juni 2022 terdapat 162.631 daftar pemilih
berkelanjutan (DPB).
Dimana sejak Mei lalu, terdapat penambahan
DPB sebanyak 145 orang. Dijelaskan Budi, dari 4000 pemilih dari daftar pemilih
tetap (DPT) pada tahun 2020 lalu. Terpaksa dikeluarkan karena belum memiliki
kartu tanda penduduk elektronik (KTP El). Dan dari 4000 ribu tersebut, tersisa
1300 DPT yang hingga kini belum mengurus KTP El mereka.
“Jadi ada ketentuan baru. Jika sebelumnya
asalkan usia 17 tahun sudah bisa memilih, kini harus ada KTP El nya dulu,”
ujarnya.
Budi melanjutkan, untuk penambahan DPB yakni
berada di Keamatan Bidukbiduk, Maratua dan Tabalar. Disisi lain juga terdapat
juga pengurangan DPB yakni Tanjung Redeb dan Gunung Tabur.
Ia melanjutkan, data lain yakni anak usia
sekolah yang sudah berumur 17 tahun hingga tahun ini sudah 4000. Dipastikan
jumlah ini akan meningkat menjelang pemilu pada 2024 mendatang. Budi
mengatakan, untuk sosialisasi juga sudah dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil (Disdukcapil) mengenai perekaman KTP El.
“Kendalanya saat ini ya KTP El itu,”
tambahnya.
Lebih lanjut, untuk tempat pemungutan suara
(TPS) di Berau, pada tahun lalu sebanyak 558, dengan kapasitas per TPS 500
orang. Namun terdapat aturan baru yakni per TPS dibatasi hanya 300 orang saja.
Sedangkan pemilih di Berau mencapai pada tahun 2020 lalu sudah mencapai 159.254
DPT. Dan pada tahun ini per Juni sudah mencapai 162.631.
“Jadi ya dibagi saja, 162.631 dibagi 300.
Kemungkinan ada penambahan sampai 10 persen TPS,” katanya.
Disinggung mengenai pemilih ganda, Budi
menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dan memperbaiki sistem. Agar
tidak ada lagi temuan terhadap pemilih ganda. Maupun pemilih yang hidup
administrasi tapi orangnya sudah tidak ada.
“Kita upayakan tidak ada,” tuturnya.
Ia melanjutkan, untuk jumlah kursi di DPRD
sendiri hingga saat ini masih 30 kursi yang diperebutkan. Terkecuali penduduk
Berau sudah mencapai 300 atau 400 ribu. Kemungkinan akan menjadi 35 kursi.“Untuk
saat ini belum. Masih tetap (30 kursi, red),” pungkasnya.(sep)